)] )] FORUM SEJAHTERA )] )]

Sabtu, 07 November 2009

LENA MARIA Penyandang Cacat Dengan Prestasi Luar Biasa

LENA MARIA KLINGVALL adalah gadis penyandang cacat dari SWEDIA. Dia dilahirkan TANPA TANGAN, dan hanya mempunyai SATU KAKI.

Gadis cantik kelahiran Stockholm tahun 1968 ini, belajar berenang sejak usia 3 tahun, dan pada usianya yang kedelapan belas ia menjuarai kejuaraan renang nasional di SWEDIA, meraih 3 medali emas dan menorehkan 2 rekor nasional.

Prestasi gemilangnya berlanjut pada PARALYMPIC GAMES di SEOUL 1988, ia memperoleh medali emas internationalnya.

Tahun 1987 sampai 1991, ia belajar tarik suara di THE ROYAL UNIVERSITY COLLEGE OF MUSIC STOCKHOLM, sebuah sekolah musik ternama di SWEDIA. Keindahan suaranya membuat produsen rekaman meliriknya, dan terbitlah 14 album rekamannya.

LENA MARIA telah mengadakan konser dan tour diberbagai negara seperti: AMERIKA, RUSIA, JEPANG, dan juga sempat singgah di ASIA tenggara, yaitu MALAYSIA dan SINGAPURA, dan masih banyak negara-negara lain yang disinggahinya.

Gadis luar biasa ini juga mempunyai kemampuan melukis. Karya indahnya dapat anda lihat pada situsnya www.LenaMaria.com.

Ia juga menulis dua buah otobiografi mengenai dirinya. FOOTNOTE dan HAPPY DAYS, buku yang sangat inspiratif, dan menyentuh ini meraih best seller, dan telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk INDONESIA.

Film dokumenter yang mengulas kisah hidupnya memenangkan penghargaan pertama di Swedia. Acara TV yang mengulas kehidupannya juga menjadi tontonan favorit dan meraih rating tinggi.

Raja CARL GUSTAV memberinya penghargaan atas prestasi dan teladannya sebagai atlit, artis, dan juga model bagi para penyandang cacat di SWEDIA dan dunia.

Bagikan artikel ini kepada teman-teman dan handai taulan tercinta, semoga dapat memberikan inspirasi dan harapan positif bagi anda dan mereka.




Disadur dari : www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

Read more.....

Jumat, 25 September 2009

MAKNA UCAPAN IEDUL FITRI

Kata ‘id merupakan kata jadian dari ‘aud yang berarti kembali dan mengulangi dikarenakan hal itu terjadi berulang-ulang. Tidak terdapat makna istilah dari makna bahasannya. Terdapat dua hari ‘id didalam islam yaitu Idul Fitri pada permulaan bulan syawal dan Idul Adha pada tanggal 10 dzulhijjah. Sedangkan kata fitri berarti berbuka (ifthor).

Dengan demikian dinamakan Idul Fitri dikarenakan pada hari itu seluruh kaum muslimin dibolehkan kembali untuk ifthor (tidak berpuasa) setelah sebulan penuh melaksanakan puasa selama bulan Ramadhan.

Sedangkan tentang tahniah (ucapan selamat) di hari raya maka Jumhur fuqoha mengatakan bahwa hal itu disyariatkan.

Pemilik kitab “ad Durr al Mukhtar’ yang bermadzhab Hanafi mengatakan bahwa ucapan hari raya dengan lafazh “Taqobbalallohu Minna wa Minkum” tidaklah bisa diinkari.

Ibnu Abidin—pemilik kitab “Ad Durr al Mukhtar”—melanjutkan bahwa hal itu, sedikit pun tidak berasal dariAbu Hanifah. Ibnu Amir al Hajj mengatakan bahwa sepertinya hal itu dibolehkan dan disukai secara umum. Lalu dia menyertakan beberapa atsar dengan sanad-sanad yang shahih dari para sahabat yang melakukan hal itu. Dia mengatakan,”Orang-oang yang mengamalkan hal itu di negeri-negeri Syam dan Mesir mengatakan,”’Id Mubarok wa Alaika.” (Id yang penuh berkah bagimu) atau ucapan-ucapan lainnya.

Para ulama Maliki menyebutkan bahwa Imam Malik pernah ditanya tentang perkataan seorang lelaki kepada saudaranya pada hari raya “Taqobbalallohu Minna wa Minka.” (Semoga Allah menerima dari kita dan dari anda) maksudnya adalah puasa dan perbuatan-perbuatan baik pada saat Ramadhan. Juga perkataan “Ghoffarollohu Lana wa Laka” (Semoga Allah mengampuni kita dan kamu). Lalu Imam Malik menjawab,”Aku tidak pernah mengenalnya tapi juga aku tidak mengingkarinya.”

Ibnu Rajab mengatakan bahwa maknanya adalah hal itu tidak dikenal didalam sunnah namun tidak pula mengingkari orang-orang yang mengatakannya, karena itu adalah perkataan baik dan juga doa.” Syeikh Asy Syaibaniy mengatakan bahwa wajib melakukannya yang apabila meninggalkannya akan memunculkan fitnah dan putusnya silaturahim.

Seperti perkataan sebagian manusia pada hari raya,”Id Mubarok” “Ahyakumulloh” atau yang sejenisnya maka tidak diragukan lagi bahwa itu semua dibolehkan bahkan bisa jadi diwajibkan setelah itu karena manusia diperintahkan untuk menampilkan rasa kasih sayang dan kecintaannya antara sebagian mereka dengan sebagian yang lainnya.

Sedangkan didalam madzhab Syafi’i; dinukil dari ar Romliy dari al Qumuliy berkata bahwa aku tidak melihat pada para sahabat kami sebuah perkataan tentang tahniah hari raya, tahun-tahun, bulan-bulan sebagaimana dilakukan manusia.

Akan al Hafizh al Mundziriy menukil dari al Hafizh al Maqdisiy mengatakan bahwa manusia masih berbeda pendapat tentang hal itu dan aku melihat bahwa hal itu dibolehkan, bukan sunnah juga bukan bid’ah.

Kemudian ar Romliy menyebutkan bahwa Ibnu Hajar al Asqolaniy mengatakan,”Hal itu disyariatkan.” Al Hafizh berdalil bahwa Baihaqi membuat sebuah bab tentang ini, yaitu “Bab Riwayat Tentang Perkataan Sebagian Manusia Kepada Sebagian Lainnya Di Hari Raya. Taqobbalallohu Minna wa Minka.” Lalu dia pun menyertakan beberapa atsar dhoif (lemah) akan tetapi secara keseluruhan semua itu menjadi argumentasi dalam permasalahan ini. Kemudian dia mengatakan,”Hal itu menjadi argumentasi tentang keumuman tahniah sebagaimana yang terjadi ketika mendapatkan sebuah kenikmatan atau dihindarkan dari suatu adzab maka disyariatkan untuk sujud syukur dan bertakziyah.

Seperti yang disebutkan didalam ash Shahihahin dari Ka’ab bin Malik pada kisah taubatnya ketika mangkir dari perang tabuk. Tatkala dirinya diberikan kabar gembira bahwa taubatnya telah diterima maka dirinya mendatangi Nabi saw kemudian Thalhah berdiri menghampirinya dan mengucapkan tahniah.”

Disebutkan didalam kitab “Al Mughni” milik Ibnu Qudamah yang bermadzhab Hambali bahwa Imam Ahmad mengatakan,”Tidak masalah bagi seorang lelaki mengucapkan kepada lelaki lainnya pada hari raya “Taqobbalallohu Minna wa Minka.” Harb mengatakan,”Ahmad pernah ditanya tentang perkataan manusia pada dua hari raya,”Taqobbalallohu Minna wa Minkum.” Lalu dia menjawab,”Tidak mengapa dengan hal itu, diriwayatkan oleh para penduduk Syam dari Abu Umamah.” Dikatakan kepadanya,”Watsilah bin al Asqo’?” dia berkata,”Ya.” Dikatakan kepadanya,”apakah tidak dimakruhkan perkataan itu pada hari raya?” dia menjawab,”Betul.”

Tentang ucapan hari raya ini Ibnu Aqil menyebutkan beberapa hadits, diantaranya bahwa Muhammad bin Ziyad berkata,”Aku pernah bersama Abu Umamah al Bahiliiy dan yang lainnya dari kalangan para sahabat Nabi saw bahwa tatkala mereka kembali dari shalat id maka sebagian dari mereka mengatakan kepada sebagian yang lainnya,”Taqobbalallohu Minna wa Minka.” Ahmad mengatakan,”Sanad hadits Abu Umamah jayyid (baik).’



Read more.....

Senin, 10 Agustus 2009

Peluang Bisnis: VCO si Minyak Perawan Kelapa

VCO menjadi produk agribisnis yang lagi ngetop lantaran diyakini manjur menyembuhkan berbagai penyakit. Permintaannya terus meningkat, dan pasar ekspor masih menganga lebar. Namun, standar kualitas masih jadi persoalan.

VCO atau virgin coconut oil lagi naik daun di Indonesia. Di tempat arisan, di tempat kerjaan, sewaktu berkumpul dengan teman-teman, hingga ajang gaul lewat milis internet pun menjadikan VCO sebagai buah bibir yang hangat. Berbagai iklan produk ini juga cukup banyak menghiasi media massa belakangan ini.

VCO sebenarnya sejenis minyak kelapa. Bedanya, kalau minyak kelapa yang umum beredar di pasaran itu terbuat dari kopra (kelapa yang dikeringkan), VCO dibuat dari daging kelapa segar yang diolah tanpa bahan kimia. Proses pembuatannya tidak melalui pemutihan, penyaringan, atau pemanasan luar biasa yang bisa menghanyutkan manfaat alami sang minyak. Makanya ia dibilang sebagai minyak kelapa murni.

Nah, VCO ramai dibicarakan orang lantaran berkhasiat buat tubuh kita. Minyak kelapa bening ini mengandung banyak lauric acid, sebanyak 25%-45%. Adanya zat utama yang juga terkandung dalam air susu ibu inilah yang membuat VCO ramai disebut-sebut sebagai pembasmi berbagai penyakit. Sebut saja cacar air, herpes, hepatitis, bahkan HIV/AIDS; juga membantu meringankan penyakit kanker.


VCO juga tidak mengandung kolesterol; bahkan disebut-sebut pula bisa mengurangi penyumbatan pembuluh darah, mengurangi kelebihan berat badan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mencegah penuaan dini. Ada yang percaya, meminum satu sendok teh VCO setiap hari bisa membuat kulit dan rambut bersinar cerah.

Seiring dengan maraknya berbagai berita mengenai kehebatan VCO, permintaan atas minyak kelapa mujarab ini terus meningkat pula; padahal harganya cukup mahal. Saat ini di Jakarta harga VCO antara Rp 100.000 sampai Rp 300.000 per liter, sementara untuk pasar ekspor berkisar US$ 10-US$ 12 per liter. Belum lagi bila produsen luar negeri kemudian mengemas VCO menjadi obat. "Harganya bisa US$ 18 per 16 ml (US$ 1.125 per liter)," tutur Ridwan, pemilik Indokarta Lamas, produsen VCO di Jakarta.

Sayang, belum ada standar mutu

Kalau tidak mau sekadar menjadi konsumen, mari kita bikin sendiri VCO ini. Ada tiga cara memisahkan minyak dari santan kelapa. Pertama, perasan kelapa dipanaskan. Kedua, dengan bantuan enzim atau difermentasi dengan menggunakan VCO sebagai "biang" pada temperatur rendah. Ketiga, penggabungan kedua metode itu.

Untuk membuka usaha pembuatan VCO dengan metode enzim, butuh modal yang amat besar, sekitar Rp 15 miliar. Sebagian besar modal itu habis untuk membeli berbagai macam mesin dan peralatan.

Tapi, usaha skala rumahan yang bermodal relatif kecil bisa memproduksi minyak kelapa murni ini lewat metode pemanasan atau fermentasi. Paling Anda hanya butuh mesin parutan kelapa yang harganya sekitar Rp 1 juta. Kalaupun tak punya modal untuk membeli mesin pemarut kelapa, usaha Anda tetap bisa jalan. "Sediakan modal untuk beli kelapa saja," tutur Frans, pengusaha VCO di Jakarta.

Frans sendiri, dengan peralatan sederhana, mengaku baru memproduksi 20 liter VCO per bulan. Adapun Maria Susana Hartanti, pemilik PT Griwangi, benar-benar memproduksi VCO tanpa mesin parutan. "Saya mengerjakan pembelahan, pemarutan, dan pemerasan kelapa tanpa mesin, supaya hasilnya bisa lebih bagus," ujar produsen yang menjual 100 liter VCO per bulan ini. Bahkan, Ridwan, mampu memproduksi 40.000 -50.000 liter VCO per bulan dengan sistem padat karya alias tanpa mesin.

Mereka mengaku tak begitu sulit memasarkan VCO olahannya. Frans, contohnya, memasarkannya kepada kerabat atau kenalannya, juga lewat milis-milis. Begitu pula dengan Maria yang menjajakan minyaknya lewat internet.

Soal untung dari bisnis pembuatan VCO ini, mari coba kita hitung. Untuk menghasilkan 1 liter VCO biasanya dibutuhkan setidaknya 10 butir kepala segar. Bila harga sebutir kelapa Rp 4.000, total biaya bahan baku kelapa Rp 40.000. Biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan antara lain bahan bakar, tenaga kerja, pengemasan, dan pengiriman; yang dihitung-hitung jatuhnya tak sampai Rp 20.000 per liter. Ditambah biaya bahan baku kelapa, total biaya produksinya paling Rp 60.000 per liter. Kalau harga jualnya sekitar Rp 100.000 per liter, artinya margin bersihnya lebih dari 40%.

Cara bikinnya sederhana, proyeksi labanya menggiurkan. Cuma, ingat, meskipun peminatnya semakin banyak, tapi secara keseluruhan VCO belum benar-benar dikenal luas oleh masyarakat kita. Pasarnya pun hingga saat ini masih terbatas. Jumlah orang Indonesia yang begitu royal mau membeli minyak kelapa seharga Rp 100.000 per liter tentu tak banyak. Selain potensi pasar lokal yang terbatas, belakangan jumlah pemainnya terus bertambah.

Satu lagi, menurut seorang pemain, sebenarnya saat ini di pasaran lokal banyak beredar VCO yang standar mutunya tak jelas. Kandungan lauric acid-nya juga jauh di bawah standar internasional; 25%. "VCO menjadi nama ajaib yang begitu mudah diklaim banyak orang. Kita juga belum punya badan yang mengatur standar kualitas VCO," ujar sumber itu. Padahal, bila kandungan asam lauric-nya di bawah 25%, VCO tak berkhasiat. Pada gilirannya, bila kondisi ini tak dibenahi, orang-orang akan mulai kecewa dan meragukan khasiat VCO, sehingga harga jualnya akan turun.

Pasar ekspor masih menganga

Namun, itu tak berarti prospek bisnis VCO sudah keburu sunset atawa tenggelam. Ada ceruk pasar yang masih menganga lebar, yakni pasar ekspor; khususnya pasar Malaysia, Singapura, Taiwan, Jepang, dan negara Asia lainnya.

Cuma, untuk menembus pasar ekspor ini Anda tak bisa mengandalkan metode tradisional yang lebih banyak menembak pasar pembeli lokal. Sebab, pembeli asing ini minta produk dengan standar kualitas yang ketat. Salah satunya, kandungan asam lauric minimal 25%.

Nah, untuk menghasilkan VCO yang memenuhi standar ekspor, kita butuh modal lumayan besar. Ini yang dilakukan Jaka Dhama Limbang, salah satu pendiri PT Miracle Virgin Oil, yang berlokasi di Sei Itik, Pontianak. Penghasil VCO yang menggunakan metode enzim ini menghabiskan biaya sebesar Rp 15 miliar untuk membeli mesin reaktor enzim buatan Jerman dan berbagai peralatan lainnya. Dengan kapasitas mesin 90.000 butir kelapa per hari, Jaka yakin investasinya bakal balik dalam waktu 5-7 tahun.

Berkat mesin canggih yang berfungsi memarut, memeras, dan mencampurkan enzim dengan sistem komputer ini, Miracle Virgin Oil tidak kesulitan melemparkan produknya ke luar negeri dengan harga US$ 10-US$ 12 per liter. Saat ini Miracle sudah mengekspor produknya ke Jepang dan Singapura. "Dengan alat canggih itu kualitas VCO kami memenuhi standar, dan kami sudah punya kontak bisnis dengan pengusaha Jepang," tutur Jaka.

Di samping modal dan pemenuhan standar produksi, ada faktor lain yang amat menentukan sukses tidaknya usaha VCO: ketersediaan dan kestabilan harga bahan baku. Seperti biasa, apa pun yang makin banyak dicari bakal melonjak naik harganya. Tidak terkecuali dengan kelapa segar. Saat ini harga kelapa segar berusia siap panen (sekitar 2,5 bulan) sudah mulai merangkak naik. Sebutlah di Yogyakarta yang lagi dilanda musim VCO, harga kelapa yang baru dipetik sudah naik dari Rp 2.000 menjadi Rp 4.000 per butir.

Jadi, sebelum membuka usaha ini, sebaiknya pastikan Anda membuka usaha di sentra kelapa atau di lokasi yang banyak populasi kelapanya. "Pokoknya tidak jauh dari lokasi perkebunan, supaya kelapanya masih segar," kata Jaka Dhama, yang melihat Jambi sebagai salah satu lokasi yang tepat untuk membuka usaha VCO. Selain itu, bila memproduksi di wilayah ini, Anda bisa menekan biaya pengangkutan.
Nah, Anda tertarik menjajal bisnis minyak perawan dari perasan buah nyiur ini?


Read more.....
 

FORUM SEJAHTERA